Sejarah Jerman

Mei 21, 2010 at 7:23 am (sejarah)


Sejarah Jerman sebagai suatu bangsa baru dimulai semenjak terbentuknya Konfederasi Jerman pada tahun 1915 yang dimotori oleh Kerajaan Prusia. Namun demikian, sebagaimana banyak dikemukakan para ahli sejarah, sejarah Jerman dapat dianggap sebagai prasejarah dan sejarah wilayah yang sekarang dihuni oleh masyarakat berbahasa Jerman dan beberapa wilayah lain yang pernah didiami oleh mereka dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang terlibat dalam sejarah itu. Sejarah bangsa ini sejak 1915 dianggap sebagai babak modern sejarah Jerman.

Catatan sejarah mengenai wilayah yang sekarang disebut Jerman dimulai sejak adanya laporan-laporan Romawi dan Yunani mengenai kaum biadab (“Barbar”) yang mendiami bagian utara Pegunungan Alpen. Era sejarah dimulai sejak abad ke-5, umum dinamakan Abad Pertengahan oleh sejarawan Eropa. Pada masa ini, panggung sejarah didominasi oleh suatu federasi longgar berbagai kaum feodal yang dikenal sebagai Kekaisaran Suci Romawi, yang membentang selama hampir 10 abad, dari abad ke-9 sampai tahun 1806. Pada masa kejayaannya, teritori kekaisaran ini mencakup wilayah modern Jerman, Austria, Slovenia, Ceko, Polandia Barat, Perancis timur, Swiss, dan Italia utara modern. Setelah pertengahan abad ke-16, ketika kehilangan banyak teritori bangsa non-Jerman, kekaisaran ini disebut sebagai “Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman”.

Perang Napoleon mengubah alur sejarah, dari orientasi feodalisme menjadi negara militeristik, dengan terbentuknya Konfederasi Jerman tahun 18151866, Kekaisaran Jerman tahun 18711918, dan Republik Weimar tahun 19191933. Setelah pemerintahan Jerman Nazi Adolf Hitler tahun 19331945 yang membawa kehancuran bangsa ini dalam Perang Dunia II, muncullah Republik Federal Jerman (Jerman Barat) dan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) sebagai simbol Perang Dingin, hingga Jerman bersatu kembali pada tahun 1990.

Prasejarah Jerman

 

Rekonstruksi Homo heidelbergensis.

Bukti tertua peninggalan penghuni wilayah yang sekarang disebut Jerman pertama kali ditemukan di daerah lembah Sungai Neckar di dekat Heidelberg, tepatnya di Gemeinde Mauer, Rhein-Neckar-Kreis, Baden-Württemberg, yaitu rahang bawah dari makhluk sejenis manusia yang dikenal sebagai Homo heidelbergensis (berusia sekitar 600.000 hingga 500.000 tahun). Selanjutnya ditemukan sisa-sisa dari Homo steinheimensis, yang terkenal adalah tombak dari Schöningen. Dari H. heidelbergensis muncul keturunannya, yang disebut Homo neanderthalensis, yang sisa-sisanya berusia sekitar 130.000 tahun, di kala Eropa mulai memasuki Zaman Es terakhir. Mereka bertahan selama 100.000 tahun, sebelum akhirnya punah.
Di saat Zaman Es mulai berakhir, sekitar 30.000 tahun yang lalu, wilayah daratan Jerman boleh dikatakan tidak berpenghuni karena tidak mampu mendukung kehidupan.

Tanda-tanda penghuni baru muncul setelahnya, dengan berbagai temuan yang diduga berasal dari peninggalan manusia Cro-Magnon. Perkembangan peradaban dengan tingkat budaya Batu Baru (Neolitikum) dibawa penghuni-penghuni selanjutnya. Mereka diketahui telah mengenal perladangan, peternakan, dan mulai menetap. Selanjutnya ditemukan sisa-sisa perkembangan kemampuan perundagian (ditemukan lembaran logam dengan sapuan emas dari masa Zaman Perunggu dan gambaran langit di Sachsen-Anhalt. Peninggalan berusia 2000 tahun SM ini menunjukkan adanya pengetahuan astronomi dasar.

Jerman pra-Romawi

Memasuki periode protosejarah Jerman — di kala berita-berita luar menyebut tentang adanya bangsa lain (Jerman), tetapi belum ada sumber langsung dari yang bersangkutan —, sumber-sumber Yunani Kuno dari sekitar abad ketiga Sebelum Masehi menyebut ada bangsa barbar (biadab) yang menghuni wilayah barat Sungai Rhein sebagai “orang Kelt” dan yang menghuni sisi timur (atau tepatnya di utara Laut Hitam) sebagai “orang Skythia“. Poseidonios dari Yunani (sekitar tahun 80 SM) yang pertama kali menyebut mengenai “orang Jerman” yang menghuni wilayah di antara hunian orang Kelt dan Skythia. Ketiga penggolongan ini kemudian dipakai oleh Julius Caesar.

Dari hasil peninggalan arkeologi, orang Kelt diketahui telah menghuni sisi timur Rhein di bagian hulu dan tengah Jerman (Baden-Wuerttemberg, Bayern, serta Hessen) pada masa pra-Romawi (sampai paruh kedua abad I Sebelum Masehi, sebelum serangan Julius Caesar). Sisa-sisa peninggalan pemukiman mereka ditemukan di daerah tepian Sungai Neckar, Rhein, Lahn, dan sebagainya. Temuan itu berupa berbagai peralatan sehari-hari dan artefak-artefak pemujaan ditemukan, namun tidak dijumpai sisa-sisa bangunan.

Orang Jermanik kebanyakan menghuni bagian utara, setelah mereka bermigrasi dari Skandinavia. Pada masa selanjutnya, tidak jarang kemudian orang Jermanik dan Kelt hidup berdampingan, terbukti dari adanya berbagai peninggalan dari kedua kebudayaan ini pada usia yang sama di suatu tempat.

Wilayah Jerman di bawah Kekaisaran Romawi

Masih dalam lingkup protosejarah, menjelang era modern (Masehi) Kekaisaran Romawi meluaskan pengaruhnya ke wilayah barat daratan Eropa. Politik ekspansi Julius Caesar ini dimulai tahun 55 SM, dan diteruskan oleh Octavianus Augustus setelah Julius dibunuh tahun 44 SM. Daerah tepi barat Sungai Rhein ditaklukkan pada paruh akhir abad pertama Sebelum Masehi. Kaum penakluk ini lalu mendirikan koloni-koloni seperti Colonia Augustus (Trier), Mogontiacum (Mainz), Speyer, Strasbourg, Colonia (Köln), Xanten, dan Nimwegen. Ekspansi ke dataran timur Rhein hingga Sungai Elba mulai dijalankan pada tahun 12 SM puak-puak Jermanik yang tersebar dan kurang terorganisasi ini dengan relatif mudah ditaklukkan. Pada peralihan era, berdirilah Provinsi Germania. Garnisun-garnisun Romawi didirikan pada masa ini, dan proses Romanisasi mulai dilakukan, seperti mendirikan kota di Waldgirmes, dekat Wetzlar, sekarang. Orang Romawi menjalankan strategi devide et impera terhadap suku-suku Jermanik yang memang senang berperang satu sama lain lalu mengangkat pemimpin suku yang tunduk sebagai pegawai kerajaan/militer.

Perlawanan Arminius dan pengaruh Romawi

Salah satu di antara banyak pemimpin Germanik itu adalah Arminius (Hermann der Cherusker, menurut Martin Luther), dari suku Cheruski. Ia diangkat sebagai perwira pasukan Romawi dan bertugas di beberapa medan pertempuran di wilayah Eropa timur. Ketika ia kembali pada tahun 8 Masehi, ia membentuk pasukan koalisi Jermanik dan menyerang pasukan Romawi di bagian barat Provinsi Germania. Koalisi ini paling tidak terdiri dari gabungan 11 suku, dari sekitar 40-an suku Germanik yang menghuni provinsi itu. Pertempuran pertama terjadi pada tahun 9 M, yang mengakibatkan gugurnya jendral Romawi, Quinctilius Varus, dan kepalanya dipenggal.[1] Pertempuran-pertempuran berikutnya terjadi hingga 16 Masehi, yang berakhir dengan mundurnya pasukan Romawi ke bagian barat Sungai Rhein dan sejak saat itu tepi timur Rhein tetap dikuasai oleh puak-puak Germanik. Oleh para ahli sejarah Romawi (misalnya Tacitus) maupun Jerman masa kini, Arminius sering dianggap sebagai “Sang Pembebas Jerman”, meskipun ada yang berteori bahwa motivasi perlawanan sebenarnya adalah kekuasaan semata, dalam persaingan kekuasaan dengan pemimpin Jermanik lainnya.[2]

Sepeninggal Arminius (21 M), yang menurut Tacitus “dibunuh oleh saudaranya”, suku-suku Germanik kembali saling berperang hingga orang Romawi kembali dapat menguasai wilayah selatan dan barat dan mendirikan Provinsi Germania Inferior (“Germania Hilir”), Germania Superior (“Germania Hulu”), dan Raetia. Selain itu, orang Romawi membangun tembok panjang (dikenal sebagai “Limes“) untuk membatasi wilayahnya dan melindungi diri dari serangan-serangan kaum Jermanik. Sisa-sisa Limes ini masih dapat ditemukan pada masa sekarang, memanjang dari tepi Sungai Rhein di Hessen sebelah barat hingga di dekat Passau di Bayern. Sisa-sisa Limes sekarang menjadi Warisan Dunia UNESCO.

Pada masa inilah budaya Romawi diadopsi oleh puak-puak Germanik, baik yang tinggal di dalam maupun di luar wilayah taklukan. Banyak kata-kata Romawi dipinjam ke dalam bahasa-bahasa Jerman. Selain itu, orang-orang Jermanik mulai mampu mengorganisasi diri secara politik.

sekian, walaupun ga lengakap tapi semoga bermanfaat..terima kasih

SUMBER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: