Ngaji

Februari 18, 2011 at 1:00 pm (kenang-kenangan)


Saya coba mengenang sedikit pengalaman saya waktu masih belajar mengaji. Saya sempat belajat mengaji kurang lebih 2 thn. Begitu banyak kenangan baik yg lucu maupun yg sedih. Ada beberapa yg menurut saya lucu dan bikin saya jengkel, salah satunya ketika saya baru ngaji 2 bulan ( klo g salah ) ada hapalan doa.  Kata guru saya, siapa yg tidak hapal harus menjilat jempol kaki saya. Huueekk, bayangin coba jilat jempol geli bgt tuh. Dengan penuh tekad dengan keras saya hapal doa itu. Tiba saat saya di panggil untuk maju ke depan menghapal doa tersebut, dan sialnya saya agak lupa di bagian tengah. Ampun dj, akhirnya di nobatkan menjilat jempol guru gaji saya. Tetapi saya sedikit senang karna saya tidak sendiri, ada 3 orang teman saya yg tidak hapal jg. Akhirnya saya pun menjilat jempol kaki guru ngaji saya dengan berat hati, suee bgt.

Adapun cerita sedihya seperti ini, ketika pelajaran tajwid guru saya memberi tugas mencari contoh salah satu hukum bacaan tajwid di Alquran dalam satu kalimat. Ketika yang lain sedang asyik mencari saya asyik ngobrol dengan teman saya. Kebetulan saya duduk bagian paling belakang. Sedang asyiknya ngobrol tiba2 ada yg datang dari arah depan saya, tahu itu apa ?? sendal jepit gan. Saya di lempar dengan sendal jepit karna kebnyakan ngobrol. malah sasarannya juga tepat mengenai kepala saya, ajip bener dah.

Ada lagi neh yg bikin saya merinding. Ini masih ada hubungannya dengan tajwid, seperti biasa tugas mencari contoh kalimat hukum bacaan tajwid dalam Alquran, tapi yg ini beda gan. Kali ini di kasih waktu dalam  15 menit harus menemukan 10 kalimat hukum bacaan tajwid. Guru saya bilang, barang siapa yg tidak dapat menyelesaikan tepat waktu harus mencari daun dan buah melinjo ( yg buat bikin asyur asem itu loh ) dan sialnya saya dan 3 orang lainnya tidak dapat menyelsaikan tepat waktu. Akhirnya saya  dan 3 teman saya harus mencari daun dan buah melinjo tersebut. Seingat saya di sekitar rumah saya jarang ada pohon melinjo, sekalipun ada hanya di TPU ( kuburan gan, serem amat ) dekat di lingkungan rumah saya. Sekitar 500 m dari tempat saya mengaji. Mau tidak mau saya dan teman2 saya harus mengambil daun dan buah melinjo tersebut sebagai hukuman. Sialnya lagi harus kekuburan.

Itulah beberapa pengalaman saya sewaktu saya masih mengaji dulu. Sebenarnya masih ada lagi cerita lucu dan sedih lainnya. Ini hanya untuk sekedar share dan berbagi pengalaman saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: